MY DAY II
Thursday, June 15th, 2006Rasanya baru beberapa detik leeeeeerrrrrr…. Kaget aku bunga merengek, ngeeekkk. Mau pipis, diantarlah pipis. Mau mimik susu, pergilah bikin susu. Susu maunya di botol kecil, jadilah susu pindah ke botol kecil. Masih tetap merengek, belum lega hatinya. Mau pipis lagi, masak sih? Mau muntah juga, walah walah! Tengok punya tengok, baru 22.55. Hmmm… pantesan sepet bener mataku!
Di tengah kericuhan, teringat juga berita sore yang dibahas Depokers. Kenapa juga sang ibu sampai khilaf sampai mengirim ketiga dunianya ke surga ya? Mungkin ini, mungkin juga itu… Yang pasti kerikil hidupnya jauh lebih tajam daripada hanya bunga yang merekah di tengah malam.
Beres dengan si bunga, giliran matahari yang terbit. Halah halah, jangan terbit dulu sayang, ini kan masih tengah malam harapku. Ternyata keperluannya hampir sama. Mau pipis, diantarlah pangeran menunaikan. Pakai bonus gendong pula, hmmm… nikmati! Rasanya seperti mengangkat segallon minuman mineral.
Pipis selesai sudah, tapi koq jadi nangis ya…??? Masih belum lega ternyata. Apa lagi ya kira-kira… Kugandeng erat tangan matahariku. Seret langkahnya diwarnai suara merengek, ehek ehek ehek… Sampai di tujuan, sambil merem matahari mengajukan permintaan. Bu, pijit ai lev fu (I love you), ya… kakiku sakit banget nih… Hihihi siap boss, laksanakan!!! Ngantuk dan lelah benar matahariku bersinar terus hari ini… Dipijit, ditepuk dan dibelai sebentar, matahari cepat terbenam. Untung tak seheboh bunga tadi.
Selesai deh malam ini… tapi udah nggak ngantuk lagi… Tambah yakin lagi dugaan schizophrenia berat yang diderita berita sore tadi pasti disebabkan hal-hal yang lebih dahsyat daripada yang kualami. Di tengah kerewelan bunga matahariku, aku masih bisa merasakan kenikmatan. Anggap saja mereka rindu padaku. Anggap saja ini salah satu bentuk kemanjaan mereka dan anggap saja inilah waktuku untuk melayani mereka. Hap! Kutangkap lagi energi positif untuk bekal esok hari.
Malam ini apa ya yang dipikirkan atau dirasakan si Ibu berita sore? Menyesal sudah pasti. Makin parahkah deritanya? Ini juga sudah hampir pasti. Beliau pasti semakin paham bahwa anak-anak manis lucu itu bisa dijadikan penghibur dan pengobat di kala beban menghimpit sakit. Lelah sudah tetapi tetap tak sanggup kutembus logikanya. Semakin kupikir semakin sulit terurai. Kukirim sebentuk doa untuk pasangan yang sedang dicoba. Mudah-mudahan setelah kesulitan ini, kemudahan segera datang.
Ah sudahlah… pertandingan Arab vs Tunisia sedang berjalan. Score sudah 0-1 untuk Tunisia. Hmmm… terima kasih ya nak. Kalian memang alarm terbaik yang ibu punya… Sampai jumpa besok…
15 June 2006,
Score 2 – 2 untuk Arab vs Tunisia J