Laskar Pelangi
Sunday, November 16th, 2008
Akhirnya… setelah sebulan kepengen dan gagal terus, malam ini kami bisa nonton film Laskar Pelangi. Harapan untuk mendapatkan sesuatu pastinyalah cukup besar. Wong ini film sudah ditonton 1,1 juta orang di Indonesia jeee… Begitu sampai di bioskop, tetep ajeee dapet baris paling depan. Tapi nggak papalah sekali-sekali… kan biar merasa lebih dekat juga dengan pemainnya, hehehe garing!
Hmmm… kalo aku punya 8 jari jempol, pasti semuanya aku angkat tinggi-tinggi untuk memuji film ini. Terlepas dari kekurangan-kekurangan dan lompatan-lompatan ceritanya, kami menikmatinya sangat. Jadi mengenang rasa waktu nonton sinetron ideal jaman dulu, dokter Sartika.
Sssttt, mulai dari pertengahan sampai akhir film, air mataku mengalir nggak berhenti-berhenti. Bukunya mengharukan juga tetapi terus terang ada halaman2 yang kulompati karena kepanjangan. Nggak berhenti juga aku bersyukur. Meskipun tidak berlebihan Alhamdulillah aku tidak kesulitan untuk sekolah. Aku salut dengan jalan ceritanya di film. Menjadi cukup hidup dan menggetarkan.
Mulai dari anak laki-laki yang mau tidak mau harus sekolah memakai sepatu warna pink dan belajar bersama dengan anak tuna grahita yang spesial. Keterbatasan tidak membuat mereka berhenti. Malah makin semangat dan kompak. Mudah-mudahan anak2 yang pada niatan bunuh diri, pada nonton film ini deh atau minimal tahu ceritanya… Ada anak yang jarak rumahnya jauuuhhh dari sekolah. Tiap pagi harus nunggu buaya melintas dulu, baru dia bisa meneruskan kayuhan sepedanya. Tiap hari bok naik sepeda jauh bener…
Ada penggalan2 cerita manusiawi yang ditampilkan. Bagaimana ketika Pak Basri ditawari menjadi kerja di tempat lain, ketika Pak Kepala Sekolahnya meninggal dan ketika Ibu Mus menjahitkan baju untuk anak-anaknya lomba cerdas cermat. Hehehe banyak juga yang lucu… Anak yang seneng banget musik, ada yang keranjingan beli kapur karena keracunan kuku, sampai ke niat nyari dukun biar lulus ujian. Dasar…
Gaji bapak dan ibu gurunya tersendat-sendat. Tapi karena komitmen yang kuat, mereka tetap idealis bertahan. Perjuangan yang mahal di jaman sekarang ya… Kalau ditanya kenapa korupsi, katanya karena negara tidak memberikan gaji yang cukup untuk pegawainya. Udah tahu gajinya kecil, kenapa yang ngantri kalo pendaftaran pegawai panjang amat ya? Trus yang di koran sampe ketipu 1,2 milyar itu kenapa ya? Pengennya sih lihat padamu negeri kami mengabdi… bukan sepanjang hari nongkrong di warung nasi…
Kembali ke film! Prestasi demi prestasi akhirnya mereka dapatkan dengan cara dan jalan yang unik. Di karnaval 17an mereka meniru tarian suku Asmat dan di lain waktu mereka ikut cerdas cermat. Padahal paginya, si buaya yang biasanya hanya melintas eh hari ini malah berjemur. Jadi aja itu anak hampir terlambat.
Satu yang sempet bikin sedih banget adalah waktu anak nelayan yang rumahnya jauh banget itu harus kehilangan Bapaknya. Bapaknya pergi melaut dan nggak pernah kembali lagi. Jadi aja anak itu harus berhenti sekolah dan mengurus adik2nya karena Ibunya juga udah meninggal. Padahal anak ini pintar, lumayan rajin baca koran dan belajar. Dia juga yang menjawab pertanyaan matematika terakhir di lomba cerdas cermat dan bikin tim SD Muhammadiyah menang…
Endingnya agak-agak kurang menggigit. Kalo nggak salah yang ditampilkan hanya 2 anak dari semua laskar pelangi. Yang dulu dikasih kotak kenang2an bergambar menara Eiffel dari demenannya sama si anak nelayan itu. Yang dikasih hadiah kotak akhirnya dapat beasiswa ke Paris dan si anak nelayan menurunkan mimpi serta kepandaiannya kepada anak perempuannya… Eh yang suka musik dan koreografer tari Asmat itu disebutin juga jadi novelis.
Mimpi adalah kunci / Untuk kita menaklukkan dunia / Berlarilah tanpa lelah / Sampai engkau meraihnya /
Laskar pelangi / Takkan terikat waktu / Bebaskan mimpimu di angkasa / Mencari bintang di jiwa…
Menarilah dan terus tertawa / Walau dunia tak seindah surga / Bersyukurlah pada Yang Kuasa / Cinta kita di dunia / Selamanya…
Cinta kepada hidup / Memberikan senyuman abadi / Walau hidup kadang tak adil / Tapi cinta lengkapi kita…
Laskar pelangi / Takkan terikat waktu / Jangan berhenti mewarnai / Jutaan mimpi di bumi…
Jakarta, 16Nov2008 ~ 23.08
Masih niat pengen angkat 8 jempol